SULANG SILIMA SEBAGAI SISTEM SEMANTIK RELASIONAL:ANALISIS PENDIDIKAN ETNOLINGUISTIK TERMONOLOGI KEKERABATAN MASYARAKAT PAKPAK
Keywords:
Etnolinguistik, Terminologi Kekerabatan, Sistem Semantik, Sulang Silima , Masyarakat PakpakAbstract
Penelitian ini mengkaji sistem kekerabatan Sulang Silima dalam masyarakat Pakpak melalui pendekatan etnolinguistik dan semantik konseptual. Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) struktur medan makna istilah kekerabatan utama seperti puang, berru, dan sinina; (2) relasi paradigmatik dan sintagmatik dalam sistem terminologi tersebut; serta (3) implikasi konseptual kategori linguistik tersebut dalam konstruksi identitas dan tatanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan desain kualitatif-deskriptif berbasis jurnal ilmiah sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sulang Silima membentuk sistem semantik relasional tertutup, di mana setiap kategori memperoleh makna melalui diferensiasi dan konfigurasi internal, bukan melalui definisi leksikal yang berdiri sendiri. Relasi paradigmatik membangun oposisi semantis yang stabil, sedangkan relasi sintagmatik membentuk konfigurasi interdependen yang menjaga koherensi sosial. Selain itu, terminologi kekerabatan berfungsi secara performatif dengan mengaktifkan peran normatif dan kewajiban adat dalam praktik sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sulang Silima bukan sekadar klasifikasi kekerabatan deskriptif, melainkan struktur konseptual-linguistik yang mengorganisasi dan mempertahankan realitas sosial masyarakat Pakpak.










